Wednesday, October 25, 2023

 PENGGUNAAN ALAT UKUR


LAN TESTER

LAN tester adalah alat untuk memeriksa koneksi sambungan kabel LAN RJ 45 dan RJ 11. Dilengkapi dengan lampu indikator, tombol pengatur kecepatan pengecekan, serta baterai dan kantong kecil. Dari namanya saja sudah jelas bahwa LAN tester adalah alat untuk memeriksa sambungan jaringan kabel LAN RJ 45 dan RJ 11. 


1. Melakukan pengecekan kerusakan pada kabel jaringan

 Fungsi pertama dari sebuah LAN tester adalah untuk melakukan pengecekan kerusakan yang terjadi pada sebuah kabel. Biasanya beberapa jaringan, terutama jaringan LAN yang mengalami kerusakan disebabkan oleh adanya kerusakan pada kabel LAN. (baca juga: masalah yang sering terjadi pada jaringan LAN).

2. Mengecek apakah kabel yang digunakan dapat berjalan dengan baik atau tidak

 Anda yang baru saja membeli kabel jaringan, maka sudah pasti harus melakukan proses pengujian terlebih dahulu, untuk memastikan bahwa kabel yang Anda miliki adalah kabel LAN yang berkualitas baik dan juga dapat bekerja dengan optimal. Tentu saja dengan menggunakan Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Komunikasi 413 LAN tester ini, Anda akan menjadi lebih mudah dalam melakukan pemeriksaan kabel yang Anda beli. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir mengenai kualitas kabelnya. Jika semua dalam keadaan yang bagus, pengguna pun tidak perlu khawatir nantinya akan merusak prinsip kerja jaringan area lokal ini dalam waktu dekat maupun jauh selama di maintenance secara benar

3. Melakukan pengecekan yang tepat atau tidaknya penyusunan kabel lurus ataupun cross line

 Kabel straight dan juga cross line merupakan teknik penyusunan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yang disusun untuk menjadi sebuah kabel jarignan yang utuh. Ketika kita merakit sendiri kabel jaringan kita, maka mungkin saja terjadi kesalahan ataupun kegagalan dalam penyusunan kabel-kabel tersebut.

4. Melakukan pengujian pada sebuah konektivitas LAN pada jaringan

 Untuk dapat memastikan apakah suatu jaringan LAN dapat kita bangun dengan baik dan juga benar, maka kita juga dapat mengandalkan LAN tester untuk melakukan pengecekan.

5. Sebagai panduan untuk melakukan pengecekan dan diagnosis pada jaringan 

Sebagai seorang teknisi dan juga maintenance jaringan, kita harus peka terhadap segala bentuk kerusakan dan juga gangguan yang terjadi pada jaringan yang kita bangun. Selain dituntut untuk peka, kita juga harus mampu melakukan diagnosis mengenai masalah yang terjadi pada jaringan tersebut.


OTDR


Di lapangan, fungsi OTDR yang sangat vital adalah untuk mengukur panjang kabel optik sehingga diketahui jarak dari lokasi/titik kabel optik yang putus relatif terhadap perangkat optik yang terinstal. Contohnya begini: misalkan sebelum memutuskan suatu rentang kabel optik adalah 30 km. Setelah dilakukan pengukuran kembali didapat pembacaan OTDR yang menghasilkan nilai 17 km. Maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peristiwa putusnya kabel (fiber cut) pada jarak 17 km, relatif terhadap posisi pengukuran sekarang. Mengenai arah mata angin titik putus kabel, engineer masih harus mengkomparasinya dengan peta jaringan optik (network map). 


Prosedur Penggunaan Opm


Pengukur daya optik (OPM) juga disebut pengukur daya optik atau penguji OPM adalah instrumen pengujian yang berfungsi untuk mengukur secara akurat kekuatan peralatan serat optik, atau kekuatan sinyal optik yang melewati kabel serat. Terdiri dari sensor terkalibrasi yang mengukur rangkaian amplifier dan tampilan, penguji OPM dapat digunakan untuk pemasangan, debugging, dan pemeliharaan jaringan serat apa pun. Dan dapat beradaptasi dengan berbagai gaya konektor seperti SC, ST, FC, dll. Secara umum, ada lima tombol pada pengukur daya optik: tombol POWER, tombol LIGHT, tombol dB, tombol ZERO dan tombol λ.


Pembacaan pengukur daya optik yang dinyatakan dalam satuan dBm di layar OPM adalah cara kecerahan untuk mengukur daya optik. Huruf "m" dalam dBm mengacu pada daya referensi yang 1 miliwatt. Jadi, sumber dengan tingkat daya 0 dBm memiliki daya 1 miliwatt. Demikian juga, -10 dBm sama dengan 0,1 miliwatt dan +10 dBm sama dengan 10 miliwatt. Semakin negatif suatu angka, semakin tinggi kerugiannya. Meskipun penguji OPM mengukur angka kerugian negatif, secara konvensional dikatakan sebagai angka positif. Misalnya, jika pembacaan meteran daya optik adalah "-3.0 dB", kerugiannya adalah 3.0 dB. Selain itu, jarak daya optik berbeda satu sama lain karena jenis jaringan. 

Jenis Pengukur Daya Optik 

Ada berbagai penguji OPM karena resolusi berbeda yang bervariasi dari 0,001dB hingga 0,1dB. Seseorang harus memilih resolusi yang sesuai untuk pengukuran sesuai dengan kebutuhan pengujian. Misalnya, jaringan laboratorium biasanya membutuhkan penguji OPM dengan resolusi 0,01dB, dan resolusi 0,001dB tersedia pada beberapa pengukur daya serat optik khusus. Selain itu, pengukuran dari hampir semua pengukur daya serat optik sama, dibatasi oleh batasan fisik standar transfer dengan konektor optik. Kebanyakan meter memiliki kehangatan +/- 5% atau sekitar 0,2dB, tidak peduli apa resolusi layarnya. 

Prosedur Uji Pengukur Daya Serat Optik

 Untuk menguji kinerja ujung-ke-ujung dari sistem serat, diperlukan dua buah peralatan genggam-penguji optik OPM dan sumber cahaya. Sumber cahaya mengirimkan panjang gelombang cahaya ke serat. Di ujung lain kabel, meteran daya membaca cahaya itu, atau tingkat daya optik, dan menentukan jumlah sinyal yang hilang. Karena kehilangan serat optik bervariasi dengan panjang gelombang, pengukur daya optik harus menggunakan panjang gelombang yang sama seperti yang digunakan oleh sumber cahaya. Misalnya, jika sumber cahaya beroperasi pada panjang gelombang 1310nm, pengukur daya optik juga harus menyetel ke pengujian 1310nm.


FUSION SPLICER (FIBER OPTIK) DALAM PENYAMBUNGAN SERAT OPTIK

Fusion Splicer (Fiber Optik) merupakan perangkat dalam sistem komunikasi yang digunakan untuk menyambungkan ujung fiber optik. Keberadaan alat ini sangat penting untuk membuat infrastruktur kabel optik menjadi optimal. Dalam membangun jaringan komunikasi pasti dibutuhkan kabel optik dengan ukuran yang panjang dari awal hingga tujuan akhir, sehingga diperlukan proses penyambungan. Fusion Splicer tidak hanya digunakan untuk penyambungan saat tahap pembangunan jaringan komunikasi saja, namun juga berperan saat melakukan perbaikan kabel optik yang terputus. Kabel optik mempunyai susunan yang berbeda dengan kabel tembaga. Saat kabel tembaga putus, maka tinggal disambung dengan cara melilitkan kedua ujung kabel. Berbeda dengan kabel optik yang membutuhkan alat khusus untuk dapat menyambungkan kedua ujungnya.

Fungsi Fusion Splicer Fusion Splicer (Fiber Optik) 

menyambungkan sebuah inti dari serat optik yang berbasis kaca dengan mengimplementasikan daya listrik yang diubah menjadi sinar laser.

Alat Pendukung Penyambungan Kabel Optik Menggunakan Fusion Splicer

1. Pengupas Serat/Pengupas Miller

/Miller merupakan peralatan yang berfungsi untuk mengupas kulit dari fiber optik supaya hanya tersisa Core dari kabel fiber optik yang akan disambung. Kabel fiber optik sangat kecil dan tipis, maka fiber stripper memiliki presisi yang akurat untuk memastikan hanya bagian pelindungnya saja yang terkupas tanpa merusak bagian inti 

2. Fiber Cleaver Pintar

 merupakan alat pemotong inti fiber optik saat kulitnya sudah dikelupas. Proses pemotongan inti kabel fiber optik harus menggunakan alat ini supaya serat kaca terpotong dengan rapi. Peralatan fiber cleaver juga memiliki presisi pemotongan yang sangat akurat.

3. Pengukur Daya Optik (OPM)

 OPM merupakan alat yang dirancang untuk melakukan pengujian terhadap serat optik. Tujuan penggunaan alat ini adalah untuk instalasi, menerima gambaran dan juga pemeliharaan jaringan fiber optik. 

4. Reflektometer Domain Waktu Optik (OTDR)

 OTDR merupakan alat yang digunakan untuk memancarkan serat optik pada domain waktu untuk mengukur jarak pada titik dalam serat optik. Alat ini juga digunakan untuk mengukur besar loss rata-rata yang dihitung dalam satuan dB/km antara dua titik yang dipilih.

Prosedur Penyambungan Fiber Optik Menggunakan Fusion Splicer

 Penggunaan Fusion Splicer (Fiber Optik) mempunyai beberapa prosedur yang harus dilaksanakan. Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan penyambungan serat optik: Menyiapkan bahan dan peralatan untuk penyambungan, antara lain; serat optik (fiber optik), Sleeve Protection, Fiber Striper, Sarung Tangan Karet, Fiber Cleaver, Tissue, dan Alkohol dengan kadar 90%, serta bahan maupun peralatan pendukung lain yang diperlukan. Mempersiapkan alat pendukung dan beberapa bahan Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Komunikasi 423 yang dibutuhkan menjadi bagian penting yang harus diperhitungkan sebelum melakukan penyambungan; Memasukkan Sleeve Protection ke bagian dari salah satu ujung serat yang akan dilakukan penyambungan. Sleeve Protection ini berfungsi sebagai lapisan penguat di fokus titik penyambungan dan berperan sebagai lapisan untuk pelapis pengganti; Mengupas bagian pelapis dari kedua ujung serat atau fiber dalam kabel optik menggunakan Fiber Striper. Kondisi Fiber Striper ini memiliki tiga lubang pengupasan, hal ini dikarenakan lapisan serat optik mempunyai banyak lapisan; Membersihkan bagian ujung serat yang telah dikupas dibagian lapisan menggunakan tisu dan juga alkohol dengan kadar 90%. Lakukan langkah ini untuk kedua ujung serat optik; Memotong kedua ujung serat optik menggunakan Fiber Cleaver yang berfungsi untuk meratakan bagian ujung serat, sehingga redaman yang dihasilkan cukup kecil. Gunakan mata pisau khusus yang berbentuk bulat dengan mata pisau yang tajam supaya ujung fiber terpotong dengan rata; Memulai proses penyambungan fiber optik menggunakan Fusion Splicer. Cara yang harus dilakukan adalah meletakan kedua ujung fiber yang akan disambungkan mendekati ujung batang dioda, selian itu juga tidak boleh melebihi dari ujung batang dioda; Melakukan pengecekan terhadap posisi dari kedua ujung kabel pada layar LCD yang ada di perangkat Fusion Splicer. Apabila posisi kedua ujung fiber telah sesuai, maka dapat dilakukan proses penyambungan; Perangkat Fusion Splicer (Fiber Optik) telah menyediakan slot untuk peleburan sleeve Protector. Saat penyambungan fiber telah selesai, maka leburkan Sleeve Protector dibagian titik penyambungan agar terlindung kotoran maupun kondisi yang dapat menjadikan serat putus secara tiba-tiba.

Teknik Penyambungan Fiber Optik

 Pentingnya memahami teknik dalam melakukan penyambungan adalah untuk menghasilkan kualitas sambungan serat yang terbaik dan tahan lama. Teknik yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut.

1. Sambungan Mekanik 

Splice Mekanik merupakan metode untuk mengkoneksikan atau menghubungkan masing-masing ujung fiber optik secara mekanis. Penyambungan mekanik ini juga menggunakan alat penyambung mekanik yang berbeda dengan Fusion Splicer

2. Penggabungan Sambungan 

Metode penyambungan serat optik yang dapat memberikan hasil paling awet dan menimbulkan kemungkinan daya rugi yang paling rendah. Prinsip dalam penyambungan teknik ini dilakukan dengan menyolder ujung-ujung serat optik yang telah disesuaikan posisinya secara presisi. Penyambungan yang dihasilkan menggunakan teknik ini hanya menghasilkan attenuation atau redaman sebesar 0,05 db saja








No comments:

Post a Comment

INTERNET GETWAY

 A. INTERNET GATEWAY DAN PERMASALAHANNYA 1. Memahami Internet Gateway Dalam dunia teknik komputer dan jaringan, terdapat istilah gateway ata...